Langsung ke konten utama

Ikutilah mereka yang dibuli

 

Mereka yang benar

Ikutilah yang dibuli

Buli atau sindiran atau cemohan atau olok-olok sendiri menurut kami ialah sebuah tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

Kebanyakan yang kita tau pembulian terjadi karena mereka yang dibuli berbuat yang tidak sepemahaman dengan kita atau mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat memalukan diri mereka atau yang membuli merasa paling kuat/berkuasa dan yang dibuli pun demikian tapi sesungguhnya dia itu lemah/tidak punya kekuasaan.

Ada kalanya mereka yang dibuli itu memang salah ada kalanya juga mereka hanya korban yang tidak tahu menahu sebab mereka diperlakukan demikian bahkan mereka yang dibuli itu sesungguhnya tidak salah alias mereka berbuat memang dengan benar sesuai ilmu pengetahuan.

Sebagaimana dalam kitab Hikam hal 57

Imam Abu Hasan As-syadili pernah berkata : “orang-orang telah menyakiti ku sekali, kemudian didalam hati ku terasa gunda seolah-olah sempit atas perlakuan orang-orang tersebut. Kemudian saya pun tertidur, didalam tidur ku ini saya mendengar ucapan yang mengatakan "termasuk tanda sesuatu yang memiliki kebenaran adalah banyak nya sesuatu yang memusuhi." Setelah mengalami mimpi nya ini maka syekh Imam Abu Hasan As-syadili tidak memperdulikan lagi semua tindakan yang menyakiti nya.”

Dari sini kita dapat memahami bahwa kebenaran itu kebanyakan tidak begitu banyak yang menyukai atau dalam artian banyak yang membuli atau mengolok-olok. Sebagaimana nabi-nabi Allah pun merasakan hal tersebut termasuk bagian nabi Muhammad Saw.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-khafi ayat

Dalam tafsir Munir

Apa yang telah disampaikan oleh Allah tentang kereteria orang-orang yang paling merugi, kemudian Allah menjelaskan balasan bagi mereka yakin balasan neraka jahanam sebab tindakan kekufuran mereka atas ke Esa-an Allah dan pengingkaran mereka terhadap utusan Allah yang sudah dikuatkan dengan mukjizat bahkan mereka itu memperolok- Olak ayat dan utusan-utusan Allah.

Dari sini juga kita tahu bahwa kereteria sesuatu yang memiliki kebenaran adalah diperolok-olokkan.

والله اعلم بصوب

Komentar

Posting Komentar

Info

Harta dibalik tembok besar

Hikma yang berharga Sudah mashur kisah antara Nabi Musa yang berguru kepada Nabi Khidir yang mana mereka sama-sama memiliki keilmuan yang tinggi walaupun beda bidang keilmuanya. Nabi Musa yang memiliki keilmuan dibidang Syareat selalu memandang salah apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir yang mempunyai ilmu Hakikat. Mulai dari Perusakan Kapal, Pembunuhan Dan Perbaikan tembok yang akan Roboh. Padahal apa yang dilakukan Nabi Khidir adalah yang terbaik untuk kedepanya. Karena Beliau berdua lah kita jadi tau bahwa tidak cukup kita belajar hanya ilmu fiqih saja atau ilmu tasawuf saja karena kedua ilmu ini sama-sama penting untuk dipelajari dan sama-sama penting untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Disini saya tidak ingin membahas keilmuan Nabi Khidir ataupun Nabi Musa, atau menceritakan kisah keduanya dalam perjalanannya atau dibalik kejadian-kejadian setiap peristiwa yang terjadi diantara beliau berdua. Tapi, disini saya akan membahas apa yang ada dibalik tembok besar dalam k...

Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan Ketahuilah, nikah itu suatu kesunnahan (perbuatan) yang disukai dan pola hidup yang dianjurkan. Karena dengan nikah terjagalah populasi keturunan dan lestarilah hubungan antar manusia. Dalam kitab Qurrotul Uyun ada 5 hukum menikah itu : 1. wajib, apabila takut akan berbuat zinah. 2. sunah, bagi orang yang menginginkan punya keturunan, dan tidak takut akan perbuat zinah. 3. makruh, bagi orang yang tidak mau menikah dan tidak mengharapkan keturunan. 4. mubah, bagi orang yang tidak takut akan berbuat zinah dan tidak mengharapkan keturunan. 5. haram, bagi orang yang membahayakan pasanganya. Dan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda tentang keutamaan orang yang berkeluarga dengan yang membujang. yang artinya: "keutamaan orang yang berkeluarga dengan orang yang membujang seperti keutamaan orang yang berjuang dijalan Allah SWT dan orang yang berdiam diri, dan dua rakaat orang yang sudah berkeluarga lebih baik dari pada orang yang masih bujangan." Dengan hadis ters...

Bab I'rob

 BAB I'ROB الاعراب هوتغييراواخرالكلم لاختلاف العوامل الدخلةعليهالفظااوتقديرا Yang dimaksud kalam ialah berubahnya akhir dari sebuah kalimat karena beda-bedanya amil yang memasukinya, baik perubahan sejara jelas pada lafadnya maupun dengan perkira-kiraan. Perubahan pada lafad: جاءزيدٌ, رايت زيدًا، مررت بزيدٍ Perubahan dengan perkiraan:جاءالفتٰى، رايت الفتٰى، مررت بالفتٰى واقسمه اربعة رفع ونصب وجزم I'rob terbagi menjdi 4: Rofa, Nasob, Jar dan Jazem. فللاءسماءمنذلك الرفع ونصب والخفض ولاجزم فيها I'rob yang 4 tadi semua bisa mengi'robi kalimat isim kecuali i'rob jazem. فللاءفعلل من ذلك الرفع ونصب والجزم ولاخفض فيها I'rob yang 4 tadi semua bisa mengi'robi kalimat fi'il kecuali i'rob jar. والله اعلم بالصواب